Wisata di Solo
Ingin
berwisata ke Jawa Tengah? Jangan lewatkan kunjungan ke berbagai tempat wisata
di Solo. Sebagai salah satu kota terpopuler di Jawa Tengah, Solo memang
menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari wisata kota, budaya, sejarah,
belanja, hingga kuliner. Lokasi Solo yang strategis serta kondisinya yang ramah
pelancong membuatnya populer sebagai tempat wisata.
Berikut
65 rekomendasi tempat wisata yang bisa Anda coba saat berkunjung ke kota ini.
1. Keraton Surakarta
Keraton
Surakarta Hadiningrat adalah salah satu tempat paling ikonis di Solo. Kediaman
keluarga kerajaan ini dibangun oleh Pakoe Buwono II pada tahun 1745, dan kini
dibuka pada waktu-waktu tertentu untuk pengunjung umum. Pengunjung bisa
menikmati keindahan arsitektur, benda-benda seni, senjata tradisional, hingga
koleksi kereta kencana yang terkenal. Keraton Surakarta juga mengadakan
berbagai kegiatan adat dan budaya seperti upacara adat, pertunjukan tarian,
hingga musik tradisional.
Keraton
Surakarta buka setiap hari untuk umum mulai dari pukul 09.00 hingga 14.00
(tutup hari Jumat). Akan tetapi, pada hari Sabtu dan Minggu, keraton hanya buka
untuk umum hingga pukul 13.00. Tarif masuknya hanya Rp6.000 di hari biasa dan
Rp7.000 di akhir pekan. Pengunjung bisa naik angkutan umum atau Bus Batik Solo
jurusan Jalan Slamet Riyadi, dan terus menyusuri jalan tersebut ke arah timur
sampai menemukan keraton.
·
Lebih dekat dengan
Kasunanan Surakarta dimulai dari sini
Ada
begitu banyak peninggalan sejarah mengenai Kasunanan Surakarta yang cocok
dijadikan destinasi liburan bersama keluarga, mulai dari Keraton Surakarta
hingga Pura Mangkunegaran. Jika ingin menghemat waktu dan transportasi, Anda
bisa memilih penginapan di kawasan kedua keraton tersebut. Bahkan, Anda
berkesempatan mendapatkan bujet lebih hemat hingga 20% jika memesan paket tiket
pesawat dan hotel di Traveloka.
Bingung
menentukan hotel untuk menginap? Traveloka punya sejumlah hotel rekomendasi
dengan harga bersahabat, di antaranya Airy Keraton Solo, Hotel Dalem
Joyokusuman, The Royal Surakarta Heritage, dan Sarila Hotel.
2. Taman Hiburan Rakyat Sriwedari
Taman
Sriwedari adalah area yang masih berhubungan dengan keluarga kerajaan.
Tepatnya, ini adalah lokasi peristirahatan kesukaan keluarga kerajaan di zaman
dahulu. Taman Sriwedari memiliki desain indah dan asri, serta dilengkapi dengan
fasilitas untuk wisatawan seperti gedung wayang, tempat bermain untuk
anak-anak, kios jajanan, tempat penjualan oleh-oleh, dan bahkan restoran. Taman
ini juga menjadi area tetap untuk penyelenggaraan tradisi yang disebut Malam
Slikuran.
Taman
Sriwedari buka setiap hari antara pukul 10.00 hingga 22.00. Tarif masuknya
hanya Rp10.000 di hari Selasa dan Rp12.000 di hari lainnya. Taman ini bisa
dicapai dalam waktu singkat dari stasiun kereta api. Taman Sriwedari berlokasi
di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dijangkau dengan cara menyusuri jalur pejalan
kaki, City Walk.
3. Pura Mangkunegaran.
Pura Mangkunegaran
Pura
Mangkunegaran didirikan pada tahun 1757 dan merupakan tempat tinggal Sri Paduka
Mangkunegara. Bangunan ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Keraton
Surakarta, termasuk koleksi benda-benda seni dan peninggalan tradisionalnya
yang menarik. Berbagai koleksi benda seni serta senjata tradisional yang
disimpan di sini berasal dari berbagai tempat seperti Jawa Barat, Yogyakarta,
bahkan Bali. Keunikan bangunan ini adalah adanya desain bangunan yang memiliki
pengaruh Eropa.
Pura
Mangkunegaran buka untuk umum dari pukul 09.00 hingga 14.00, kecuali hari
Jumat, yang hanya buka hingga pukul 12.00. Tarif masuknya Rp10.000 untuk
wisatawan lokal dan Rp12.000 untuk wisatawan asing. Angkutan umum yang melewati
Pura Mangkunegaran adalah angkutan nomor 02 dan Bus Batik Solo.
4. Taman Kota Balekambang
Taman
Balekambang dibangun oleh Mangkunegara VII pada tahun 1921 dan dipersembahkan
untuk putri beliau, Partini. Tempat ini adalah hutan kota seluas 5 hektar yang
menawarkan berbagai kesenangan untuk keluarga, seperti kebun binatang mini, kereta
kuda, perahu, dan bahkan koneksi internet gratis. Taman Balekambang juga kerap
menjadi lokasi pertunjukan seni seperti tari-tarian dan ketoprak. Berbagai kios
penjual makanan ikut meramaikan area taman dan hutan kota ini.
Taman
Balekambang memiliki lokasi strategis di dekat Stasiun Balapan, Terminal
Tirnotadi, serta Stadion Manahan. Akan tetapi, karena taman ini tidak dilewati
angkutan umum, pengunjung hanya bisa mencapainya dengan mobil, sepeda motor,
atau becak. Taman ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00. Walau
tarif masuknya gratis, pengunjung tetap harus membayar jika ingin naik wahana
yang ada di dalam taman. Akan tetapi, kisaran harga tarifnya juga hanya sekitar
Rp2.500 hingga Rp6.000.
5. Loji Gandrung
Loji
Gandrung adalah sebutan untuk rumah dinas wali kota Solo. Didirikan pada tahun
1890, bangunan ini tidak hanya memiliki arsitektur menarik yang menggabungkan
desain lokal dan barat, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah
menarik seperti koleksi wayang, keramik, patung, gamelan, dan sebagainya. Loji
Gandrung difungsikan sebagai museum mini, dan koleksi serta kondisi bangunannya
dipelihara oleh staf khusus.
Loji Gandrung berlokasi di Jalan Slamet
Riyadi, tidak jauh dari Taman Sriwedari. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga
16.00. Setiap akhir pekan, area di sekitar Loji Gandrung menjadi tempat Car Free Day. Tidak ada biaya khusus untuk masuk ke
Loji Gandrung, tetapi pengunjung harus meminta izin kepada penjaga, yang
kemudian harus disetujui oleh kepala bagian rumah tangga.
6. Alun-Alun Kidul
Alun-Alun
Kidul (“alkid”) adalah salah satu pusat berkumpul warga Solo saat senggang.
Area publik ini biasanya ramai di sore dan malam hari serta akhir pekan.
Kegiatan favorit di Alun-Alun Kidul antara lain adalah olahraga seperti sepak
bola dan lari, bermain layang-layang, hingga wisata kuliner murah. Pedagang
kaki lima di Alun-Alun Kidul menawarkan berbagai jajanan seperti bakso bakar,
siomay Bandung, mi ayam, es degan, es tebu, jagung bakar, dan es pisang ijo.
Alun-Alun
Kidul berlokasi strategis di Jalan Gading, Pasar Kliwon, Gajahan. Selain
dilewati berbagai angkutan umum termasuk Bus Batik Solo, area ini juga
merupakan patokan yang bagus untuk mencari berbagai hotel dan penginapan
strategis di Solo.
7. Museum Keraton Surakarta
Museum
Keraton Surakarta berlokasi di dalam area Keraton Surakarta Hadiningrat. Museum
ini menyimpan berbagai artefak, benda seni, serta peninggalan sejarah yang
menggambarkan identitas budaya serta sejarah Surakarta. Museum ini memiliki 13
ruang yang menyimpan beragam foto, patung, diorama, perkakas upacara adat,
benda-benda seni seperti wayang kulit dan topeng, serta perlengkapan dapur
tradisional seperti yang digunakan di keraton.
Karena
merupakan bagian dari Keraton Surakarta, Museum Keraton Surakarta memiliki jam
buka yang mirip, yaitu pukul 09.00 hingga 14.00 pada hari biasa, dan hingga
pukul 15.00 pada akhir pekan. Museum ini berada di Jalan Slamet Riyadi, dan
bisa dicapai dengan angkutan umum atau Bus Batik Solo.
8. Museum Manusia Purba Klaster
Dayu
Museum
Manusia Purba Klaster Dayu, atau disingkat Museum Dayu, adalah museum sejarah
purba yang berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini bernuansa
modern dan menyediakan berbagai bentuk benda pameran, mulai dari diorama
kehidupan manusia purba, informasi tentang siklus lapisan tanah di Sangiran
yang terjadi selama ratusan ribu tahun, hingga berbagai benda purba yang
ditemukan di situs Sangiran. Museum ini juga menawarkan fasilitas permainan
anak-anak.
Museum
Manusia Purba Klaster Dayu buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Lokasinya ada di
Desa Dayu, Kabupaten Karanganyar. Tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau,
yaitu Rp5.000. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan
Solo-Purwodadi.
9. Museum Manusia Purba Sangiran
Pecinta sejarah purbakala juga bisa
mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran, yang lokasinya juga berdekatan
dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini menyimpan berbagai informasi
tentang manusia serta budaya purba. Selain fosil, pengunjung juga bisa melihat
senjata serta perkakas yang digunakan manusia purba. Museum Manusia Purba
Sangiran adalah tempat sempurna untuk mendapat informasi tentang Pithecanthropus erectus, manusia purba yang rahang
bawahnya ditemukan di Sangiran.
Museum
ini ada di Kabupaten Sragen, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Solo.
Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi. Gapura di
pinggir jalan menjadi petunjuk bahwa Museum Sangiran sudah dekat. Museum ini
buka setiap hari kecuali Senin, dari pukul 08.00 hingga 16.30, dengan tiket
masuk seharga Rp3.500 dan tarif parkir seharga Rp1.500.
10. Museum Keris.
Sesuai
namanya, Museum Keris menyimpan koleksi keris dari berbagai era dan daerah di
Pulau Jawa. Keris tertua di museum ini adalah keris peninggalan era Majapahit
pada abad ke-15. Selain itu, koleksi keris ini diperkirakan akan bertambah
dengan adanya berbagai keris sumbangan dari kolektor pribadi. Walau kondisinya
sempat terabaikan, Museum Keris kini baru saja melalui proses pemugaran, sehingga
cocok dijadikan salah satu tempat wisata budaya di Solo.
Museum
Keris berlokasi di Jalan Bhayangkara, daerah Sriwedari, Laweyan. Angkutan umum
nomor 02 serta Bus Batik Solo memiliki rute ke area ini. Tarif masuknya sekitar
Rp6.000, dan jam bukanya adalah dari pukul 09.00 hingga 16.00.
11. Museum Radya Pustaka
Museum Radya Pustaka adalah museum kedua
tertua di Indonesia. Dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada
tahun 1890, museum ini menyimpan peninggalan sejarah dan budaya Solo seperti
arca, koleksi wayang, alat musik, benda-benda pusaka adat, serta buku kuno.
Museum ini juga menyimpan koleksi naskah berharga seperti Serat Rama karya Yasadipura I dan petunjuk tata
negara karya Pakubuwono IV yang berjudul Wulang Reh.
Museum
Radya Pustaka memiliki lokasi cukup strategis di Jalan Brigjen Slamet Riyadi,
Sriwedari, Laweyan. Ada banyak angkutan kota serta Bus Batik Solo yang memiliki
rute ke jalan ini. Museum ini buka dari hari Selasa sampai Minggu, pukul 08.30
hingga 13.00, dan tarifnya adalah Rp2.000 untuk dewasa, Rp1.500 untuk pelajar
sekolah, dan Rp5.000 untuk wisatawan asing.
12. Museum Samanhoedi
Tidak
seperti Museum Radya Pustaka, Museum Samanhoedi berlokasi di dalam bangunan
yang relatif lebih sederhana, dengan penanda berupa kain batik serta nama
museum di atasnya. Walau kecil, museum ini menyimpan berbagai peninggalan
sejarah terkait K. H. Samanhoedi, pendiri organisasi Sarekat Dagang Islam yang
perannya sangat penting dalam sejarah perdagangan, ekonomi, serta perlawanan
masyarakat Solo terhadap penjajah di awal abad ke-20.
Museum
ini berlokasi di Jalan K. H. Samanhoedi, Sondakan, Laweyan. Jika menemui
kesulitan menemukan bangunannya, pelancong bisa bertanya pada penduduk sekitar,
karena museum mini ini cukup terkenal.
13. Monumen Pers Nasional
Jika
Anda tertarik pada sejarah pers dan penerbitan di Indonesia, Monumen Pers
Nasional adalah tempat yang wajib dikunjungi di Solo. Monumen Pers Nasional
adalah sebuah bangunan yang menyimpan berbagai koleksi surat kabar, majalah,
dan terbitan cetak dari era sebelum dan sesudah era Revolusi Nasional.
Pengunjung juga bisa melihat ragam alat komunikasi dari berbagai era, seperti
kentongan, telegraf, mesin ketik kuno, hingga koleksi kamera.
Monumen
Pers Nasional dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan
memiliki fasilitas seperti perpustakaan serta ruang multimedia. Lokasinya cukup
strategis yaitu di Jalan Gadjah Mada, Timuran, Banjarsari, dan dapat diakses
dengan angkutan kota nomor 03 serta Bus Batik Solo. Museum ini buka dari pukul
08.00 hingga 16.00, dan akses masuknya tidak dikenakan biaya.
14. Museum Batik Danar Hadi
Museum Batik Danar Hadi
Pencinta
batik tidak boleh melewatkan kunjungan ke Museum Batik Danar Hadi. Koleksi
batik dari Rumah Batik Danar Hadi sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal
dan mancanegara. Selain berbelanja kain dan produk batik berkualitas,
pengunjung juga bisa melihat koleksi kain batik tradisional dan antik dari
Jawa, Bali, Sumatra, bahkan Tiongkok. Pengunjung juga bisa melihat bengkel kerja
tempat para pembatik menghasilkan karya mereka. Museum ini berlokasi di dalam
gedung bergaya kolonial dengan interior ala keraton Jawa yang indah.
Museum
Batik Danar Hadi berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan buka mulai pukul 09.00
hingga 16.00. Jalan ini juga dilalui oleh jalur City Walk, yaitu jalur khusus
pejalan kaki yang dirancang untuk pelancong yang ingin berwisata kota secara
murah. Tarif masuknya Rp35.000 untuk umum dan Rp15.000 untuk murid sekolah.
15. Batik Mahkota Laweyan
Sama
seperti Rumah Batik Danar Hadi, Batik Mahkota Laweyan juga merupakan pusat
belanja dan edukasi batik. Di sini, pengunjung dapat mengikuti kelas-kelas
singkat yang mengajarkan tentang teknik pembuatan batik. Kelas yang ditawarkan
mulai dari kelas singkat selama 2 jam hingga kelas intensif selama 3 hari.
Kursus membuat batik sederhana ini tersedia baik untuk pengunjung dewasa maupun
anak-anak. Selain itu, ada juga berbagai produk batik yang bisa dibeli untuk
oleh-oleh.
Batik
Mahkota Laweyan berlokasi di Jalan Sayangan Kulon nomor 9, dan bisa dicapai
dengan angkutan umum nomor 02 atau Bus Batik Solo. Pengunjung harus masuk
melalui jalan kecil untuk mencapai tempat ini.
16. Wedangan Rumah Nenek
Pelancong
yang berkunjung ke Batik Mahkota Laweyan sebaiknya tidak melewatkan Wedangan
Rumah Nenek, yaitu sebuah kedai bergaya tempo dulu yang menghidangkan berbagai
minuman hangat tradisional. Kedai ini memiliki konsep rumah joglo yang serba
terbuka, dengan sentuhan desain era kolonial. Perabot serba kayu, ruang-ruang
lapang terbuka, serta desain ala Jawa dan Belanda di dalam rumah membuat kedai
ini berkesan hangat.
Wedangan
Rumah Nenek menyajikan berbagai wedang yang terbuat dari rempah-rempah seperti
kayu manis, pala, jahe, cengkih, dan serai. Menu khasnya adalah Wedang JKJS
(Jahe, Kencur, Jeruk, serai). Ada juga berbagai hidangan khas angkringan Solo,
dan menu andalan berupa sup buntut. Pengunjung yang datang pada jam makan siang
bisa menikmati menu “biasa” seperti nasi goreng, pecel lele, bandeng, dan sup
daging.
Wedangan
Rumah Nenek berlokasi di Kampung Batik Laweyan. Bangunannya yang khas dengan
lapangan parkir luas membuatnya mudah ditemukan. Kedai minuman ini buka dari
pukul 10.00 hingga 24.00.
17. Batik Gunawan Setiawan
Batik
Gunawan Setiawan adalah salah satu tempat wisata unggulan di area Kampung
Wisata Batik di Kauman, Solo. Selain berbelanja berbagai produk batik dengan
berbagai kisaran harga, pengunjung juga bisa ikut belajar memahami bagaimana
batik dibuat. Batik Gunawan Setiawan memiliki bengkel kerja bergaya terbuka, sehingga
pengunjung bisa menonton proses pembuatan batik mulai dari tahap awal hingga
akhir. Pengunjung juga bisa menikmati suguhan jamu saat berkunjung ke tempat
ini.
Batik
Gunawan Setiawan berlokasi di Jalan Cakra nomor 21. Walau pengunjung harus
melalui jalan kecil sebelum menemukan toko ini, lokasinya cukup mudah
ditemukan, terutama karena Batik Gunawan Setiawan sudah cukup terkenal di
kalangan pelancong dalam negeri.
18. Dalem Kalitan
Dalem
Kalitan adalah rumah peristirahatan milik almarhum Presiden Soeharto dan
keluarga, yang mereka tempati setiap kali berkunjung ke Solo. Dalem Kalitan
dibangun pada tahun 1789 dan memiliki desain khas rumah joglo, yang terbuka
serta penuh dengan elemen kayu di interiornya. Pengunjung bisa melihat berbagai
bagian rumah serta kenang-kenangan yang menggambarkan Soeharto dan keluarga,
seperti berbagai foto, piagam, penghargaan, dan koleksi buku.
Dalem
Kalitan berlokasi di Jalan Kalitan, Timuran, dan berdekatan dengan Loji
Gandrung (rumah dinas wali kota Solo). Pengunjung bisa bertanya-tanya soal
sejarah rumah tersebut pada staf penjaga dan pengelola Dalem Kalitan.
19. Museum Bank Indonesia Solo
Berlokasi di pusat Kota Solo, Museum Bank
Indonesia adalah gedung lama Bank Indonesia yang dipugar menjadi perpustakaan
serta museum. Gedung yang aslinya merupakan tempat operasi De Javache Bank pada
zaman Belanda itu memang memiliki ciri khas bangunan era kolonial, dengan warna
putih, ventilasi berbentuk setengah lingkaran, hingga kolom-kolom pilaster. Lokasinya yang strategis di Jalan Jenderal
Sudirman dan berdekatan dengan kantor wali kota membuat gedung ini mudah
ditemukan.
Museum
Bank Indonesia memajang benda-benda yang menjadi bukti sejarah beroperasinya
Bank Indonesia, seperti arsip dan foto. Museum ini juga rencananya akan terus
melengkapi koleksi uang lama, sehingga pengunjung bisa melihat jejak-jejak
sejarah transaksi finansial di Indonesia. Museum Bank Indonesia buka dari pukul
07.15 hingga 16.15, dan harga tiket masuknya adalah Rp2.000 (anak-anak tidak
dikenakan biaya).
20. Taman Cerdas Jebres
Taman Cerdas Jebres merupakan tempat wisata
dengan konsep wisata edukasi untuk seluruh keluarga. Berlokasi di Jalan Ki
Hajar Dewantara, taman ini kerap ramai didatangi keluarga, anak-anak, bahkan
mahasiswa. Taman ini menawarkan fasilitas hiburan dan edukasi seperti
patung-patung wayang, alat-alat musik tradisional, ukiran dinding (relief) yang menggambarkan peristiwa sejarah,
taman bermain anak, hingga koneksi internet. Ada juga berbagai fasilitas serta
kelas-kelas singkat, seperti kelas seni dan komputer untuk anak-anak.
Taman
Cerdas Jebres juga memiliki ruang terbuka dan panggung umum yang kerap
dijadikan arena pertunjukan seni, konser musik tradisional, atau pameran.
Pemerintah Kota Solo saat ini juga semakin mengembangkan taman ini dengan
menyertakan kegiatan untuk mengembangkan minat anak, misalnya dalam bidang
fotografi, seni, hingga siaran radio.
Taman
Cerdas Jebres buka dari pukul 07.00 hingga 22.00, dan tarif masuknya gratis.
Taman ini berlokasi tidak jauh dari Universitas Sebelas Maret, tepatnya di
sebelah utara bangunan kampus. Pengunjung bisa mencapainya dengan naik angkutan
kota nomor 03 atau Bus Batik Solo yang menuju ke kampus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar