Senin, 10 September 2018

Tempat wisata di solo


Wisata di Solo
Ingin berwisata ke Jawa Tengah? Jangan lewatkan kunjungan ke berbagai tempat wisata di Solo. Sebagai salah satu kota terpopuler di Jawa Tengah, Solo memang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari wisata kota, budaya, sejarah, belanja, hingga kuliner. Lokasi Solo yang strategis serta kondisinya yang ramah pelancong membuatnya populer sebagai tempat wisata.
Berikut 65 rekomendasi tempat wisata yang bisa Anda coba saat berkunjung ke kota ini.
1. Keraton Surakarta
Keraton Surakarta Hadiningrat adalah salah satu tempat paling ikonis di Solo. Kediaman keluarga kerajaan ini dibangun oleh Pakoe Buwono II pada tahun 1745, dan kini dibuka pada waktu-waktu tertentu untuk pengunjung umum. Pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur, benda-benda seni, senjata tradisional, hingga koleksi kereta kencana yang terkenal. Keraton Surakarta juga mengadakan berbagai kegiatan adat dan budaya seperti upacara adat, pertunjukan tarian, hingga musik tradisional.
Keraton Surakarta buka setiap hari untuk umum mulai dari pukul 09.00 hingga 14.00 (tutup hari Jumat). Akan tetapi, pada hari Sabtu dan Minggu, keraton hanya buka untuk umum hingga pukul 13.00. Tarif masuknya hanya Rp6.000 di hari biasa dan Rp7.000 di akhir pekan. Pengunjung bisa naik angkutan umum atau Bus Batik Solo jurusan Jalan Slamet Riyadi, dan terus menyusuri jalan tersebut ke arah timur sampai menemukan keraton.
·         Lebih dekat dengan Kasunanan Surakarta dimulai dari sini

Ada begitu banyak peninggalan sejarah mengenai Kasunanan Surakarta yang cocok dijadikan destinasi liburan bersama keluarga, mulai dari Keraton Surakarta hingga Pura Mangkunegaran. Jika ingin menghemat waktu dan transportasi, Anda bisa memilih penginapan di kawasan kedua keraton tersebut. Bahkan, Anda berkesempatan mendapatkan bujet lebih hemat hingga 20% jika memesan paket tiket pesawat dan hotel di Traveloka.
Bingung menentukan hotel untuk menginap? Traveloka punya sejumlah hotel rekomendasi dengan harga bersahabat, di antaranya Airy Keraton Solo, Hotel Dalem Joyokusuman, The Royal Surakarta Heritage, dan Sarila Hotel.
Paket tiket pesawat + hotel ?
Klik dapat promo, cek sekarang
KLIK DISINI

2. Taman Hiburan Rakyat Sriwedari

Taman Sriwedari adalah area yang masih berhubungan dengan keluarga kerajaan. Tepatnya, ini adalah lokasi peristirahatan kesukaan keluarga kerajaan di zaman dahulu. Taman Sriwedari memiliki desain indah dan asri, serta dilengkapi dengan fasilitas untuk wisatawan seperti gedung wayang, tempat bermain untuk anak-anak, kios jajanan, tempat penjualan oleh-oleh, dan bahkan restoran. Taman ini juga menjadi area tetap untuk penyelenggaraan tradisi yang disebut Malam Slikuran.
Taman Sriwedari buka setiap hari antara pukul 10.00 hingga 22.00. Tarif masuknya hanya Rp10.000 di hari Selasa dan Rp12.000 di hari lainnya. Taman ini bisa dicapai dalam waktu singkat dari stasiun kereta api. Taman Sriwedari berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dijangkau dengan cara menyusuri jalur pejalan kaki, City Walk.
3. Pura Mangkunegaran.
Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran didirikan pada tahun 1757 dan merupakan tempat tinggal Sri Paduka Mangkunegara. Bangunan ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Keraton Surakarta, termasuk koleksi benda-benda seni dan peninggalan tradisionalnya yang menarik. Berbagai koleksi benda seni serta senjata tradisional yang disimpan di sini berasal dari berbagai tempat seperti Jawa Barat, Yogyakarta, bahkan Bali. Keunikan bangunan ini adalah adanya desain bangunan yang memiliki pengaruh Eropa.
Pura Mangkunegaran buka untuk umum dari pukul 09.00 hingga 14.00, kecuali hari Jumat, yang hanya buka hingga pukul 12.00. Tarif masuknya Rp10.000 untuk wisatawan lokal dan Rp12.000 untuk wisatawan asing. Angkutan umum yang melewati Pura Mangkunegaran adalah angkutan nomor 02 dan Bus Batik Solo.
4. Taman Kota Balekambang
Taman Balekambang dibangun oleh Mangkunegara VII pada tahun 1921 dan dipersembahkan untuk putri beliau, Partini. Tempat ini adalah hutan kota seluas 5 hektar yang menawarkan berbagai kesenangan untuk keluarga, seperti kebun binatang mini, kereta kuda, perahu, dan bahkan koneksi internet gratis. Taman Balekambang juga kerap menjadi lokasi pertunjukan seni seperti tari-tarian dan ketoprak. Berbagai kios penjual makanan ikut meramaikan area taman dan hutan kota ini.
Taman Balekambang memiliki lokasi strategis di dekat Stasiun Balapan, Terminal Tirnotadi, serta Stadion Manahan. Akan tetapi, karena taman ini tidak dilewati angkutan umum, pengunjung hanya bisa mencapainya dengan mobil, sepeda motor, atau becak. Taman ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00. Walau tarif masuknya gratis, pengunjung tetap harus membayar jika ingin naik wahana yang ada di dalam taman. Akan tetapi, kisaran harga tarifnya juga hanya sekitar Rp2.500 hingga Rp6.000.
5. Loji Gandrung
Loji Gandrung adalah sebutan untuk rumah dinas wali kota Solo. Didirikan pada tahun 1890, bangunan ini tidak hanya memiliki arsitektur menarik yang menggabungkan desain lokal dan barat, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah menarik seperti koleksi wayang, keramik, patung, gamelan, dan sebagainya. Loji Gandrung difungsikan sebagai museum mini, dan koleksi serta kondisi bangunannya dipelihara oleh staf khusus.
Loji Gandrung berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari Taman Sriwedari. Tempat ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Setiap akhir pekan, area di sekitar Loji Gandrung menjadi tempat Car Free Day. Tidak ada biaya khusus untuk masuk ke Loji Gandrung, tetapi pengunjung harus meminta izin kepada penjaga, yang kemudian harus disetujui oleh kepala bagian rumah tangga.
6. Alun-Alun Kidul
Alun-Alun Kidul (“alkid”) adalah salah satu pusat berkumpul warga Solo saat senggang. Area publik ini biasanya ramai di sore dan malam hari serta akhir pekan. Kegiatan favorit di Alun-Alun Kidul antara lain adalah olahraga seperti sepak bola dan lari, bermain layang-layang, hingga wisata kuliner murah. Pedagang kaki lima di Alun-Alun Kidul menawarkan berbagai jajanan seperti bakso bakar, siomay Bandung, mi ayam, es degan, es tebu, jagung bakar, dan es pisang ijo.
Alun-Alun Kidul berlokasi strategis di Jalan Gading, Pasar Kliwon, Gajahan. Selain dilewati berbagai angkutan umum termasuk Bus Batik Solo, area ini juga merupakan patokan yang bagus untuk mencari berbagai hotel dan penginapan strategis di Solo.
7. Museum Keraton Surakarta
Museum Keraton Surakarta berlokasi di dalam area Keraton Surakarta Hadiningrat. Museum ini menyimpan berbagai artefak, benda seni, serta peninggalan sejarah yang menggambarkan identitas budaya serta sejarah Surakarta. Museum ini memiliki 13 ruang yang menyimpan beragam foto, patung, diorama, perkakas upacara adat, benda-benda seni seperti wayang kulit dan topeng, serta perlengkapan dapur tradisional seperti yang digunakan di keraton.
Karena merupakan bagian dari Keraton Surakarta, Museum Keraton Surakarta memiliki jam buka yang mirip, yaitu pukul 09.00 hingga 14.00 pada hari biasa, dan hingga pukul 15.00 pada akhir pekan. Museum ini berada di Jalan Slamet Riyadi, dan bisa dicapai dengan angkutan umum atau Bus Batik Solo.
8. Museum Manusia Purba Klaster Dayu
Museum Manusia Purba Klaster Dayu, atau disingkat Museum Dayu, adalah museum sejarah purba yang berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini bernuansa modern dan menyediakan berbagai bentuk benda pameran, mulai dari diorama kehidupan manusia purba, informasi tentang siklus lapisan tanah di Sangiran yang terjadi selama ratusan ribu tahun, hingga berbagai benda purba yang ditemukan di situs Sangiran. Museum ini juga menawarkan fasilitas permainan anak-anak.
Museum Manusia Purba Klaster Dayu buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Lokasinya ada di Desa Dayu, Kabupaten Karanganyar. Tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau, yaitu Rp5.000. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi.
9. Museum Manusia Purba Sangiran
Pecinta sejarah purbakala juga bisa mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran, yang lokasinya juga berdekatan dengan situs arkeologi Sangiran. Museum ini menyimpan berbagai informasi tentang manusia serta budaya purba. Selain fosil, pengunjung juga bisa melihat senjata serta perkakas yang digunakan manusia purba. Museum Manusia Purba Sangiran adalah tempat sempurna untuk mendapat informasi tentang Pithecanthropus erectus, manusia purba yang rahang bawahnya ditemukan di Sangiran.
Museum ini ada di Kabupaten Sragen, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Solo. Pengunjung bisa menemukannya dengan naik bus jurusan Solo-Purwodadi. Gapura di pinggir jalan menjadi petunjuk bahwa Museum Sangiran sudah dekat. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin, dari pukul 08.00 hingga 16.30, dengan tiket masuk seharga Rp3.500 dan tarif parkir seharga Rp1.500.
10.  Museum Keris.
Sesuai namanya, Museum Keris menyimpan koleksi keris dari berbagai era dan daerah di Pulau Jawa. Keris tertua di museum ini adalah keris peninggalan era Majapahit pada abad ke-15. Selain itu, koleksi keris ini diperkirakan akan bertambah dengan adanya berbagai keris sumbangan dari kolektor pribadi. Walau kondisinya sempat terabaikan, Museum Keris kini baru saja melalui proses pemugaran, sehingga cocok dijadikan salah satu tempat wisata budaya di Solo.
Museum Keris berlokasi di Jalan Bhayangkara, daerah Sriwedari, Laweyan. Angkutan umum nomor 02 serta Bus Batik Solo memiliki rute ke area ini. Tarif masuknya sekitar Rp6.000, dan jam bukanya adalah dari pukul 09.00 hingga 16.00.
11.  Museum Radya Pustaka
Museum Radya Pustaka adalah museum kedua tertua di Indonesia. Dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tahun 1890, museum ini menyimpan peninggalan sejarah dan budaya Solo seperti arca, koleksi wayang, alat musik, benda-benda pusaka adat, serta buku kuno. Museum ini juga menyimpan koleksi naskah berharga seperti Serat Rama karya Yasadipura I dan petunjuk tata negara karya Pakubuwono IV yang berjudul Wulang Reh.
Museum Radya Pustaka memiliki lokasi cukup strategis di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan. Ada banyak angkutan kota serta Bus Batik Solo yang memiliki rute ke jalan ini. Museum ini buka dari hari Selasa sampai Minggu, pukul 08.30 hingga 13.00, dan tarifnya adalah Rp2.000 untuk dewasa, Rp1.500 untuk pelajar sekolah, dan Rp5.000 untuk wisatawan asing.
12.  Museum Samanhoedi
Tidak seperti Museum Radya Pustaka, Museum Samanhoedi berlokasi di dalam bangunan yang relatif lebih sederhana, dengan penanda berupa kain batik serta nama museum di atasnya. Walau kecil, museum ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah terkait K. H. Samanhoedi, pendiri organisasi Sarekat Dagang Islam yang perannya sangat penting dalam sejarah perdagangan, ekonomi, serta perlawanan masyarakat Solo terhadap penjajah di awal abad ke-20.
Museum ini berlokasi di Jalan K. H. Samanhoedi, Sondakan, Laweyan. Jika menemui kesulitan menemukan bangunannya, pelancong bisa bertanya pada penduduk sekitar, karena museum mini ini cukup terkenal.
13.  Monumen Pers Nasional

Jika Anda tertarik pada sejarah pers dan penerbitan di Indonesia, Monumen Pers Nasional adalah tempat yang wajib dikunjungi di Solo. Monumen Pers Nasional adalah sebuah bangunan yang menyimpan berbagai koleksi surat kabar, majalah, dan terbitan cetak dari era sebelum dan sesudah era Revolusi Nasional. Pengunjung juga bisa melihat ragam alat komunikasi dari berbagai era, seperti kentongan, telegraf, mesin ketik kuno, hingga koleksi kamera.
Monumen Pers Nasional dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan memiliki fasilitas seperti perpustakaan serta ruang multimedia. Lokasinya cukup strategis yaitu di Jalan Gadjah Mada, Timuran, Banjarsari, dan dapat diakses dengan angkutan kota nomor 03 serta Bus Batik Solo. Museum ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan akses masuknya tidak dikenakan biaya.
14.  Museum Batik Danar Hadi
Museum Batik Danar Hadi
Pencinta batik tidak boleh melewatkan kunjungan ke Museum Batik Danar Hadi. Koleksi batik dari Rumah Batik Danar Hadi sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara. Selain berbelanja kain dan produk batik berkualitas, pengunjung juga bisa melihat koleksi kain batik tradisional dan antik dari Jawa, Bali, Sumatra, bahkan Tiongkok. Pengunjung juga bisa melihat bengkel kerja tempat para pembatik menghasilkan karya mereka. Museum ini berlokasi di dalam gedung bergaya kolonial dengan interior ala keraton Jawa yang indah.
Museum Batik Danar Hadi berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, dan buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Jalan ini juga dilalui oleh jalur City Walk, yaitu jalur khusus pejalan kaki yang dirancang untuk pelancong yang ingin berwisata kota secara murah. Tarif masuknya Rp35.000 untuk umum dan Rp15.000 untuk murid sekolah.
15.  Batik Mahkota Laweyan
Sama seperti Rumah Batik Danar Hadi, Batik Mahkota Laweyan juga merupakan pusat belanja dan edukasi batik. Di sini, pengunjung dapat mengikuti kelas-kelas singkat yang mengajarkan tentang teknik pembuatan batik. Kelas yang ditawarkan mulai dari kelas singkat selama 2 jam hingga kelas intensif selama 3 hari. Kursus membuat batik sederhana ini tersedia baik untuk pengunjung dewasa maupun anak-anak. Selain itu, ada juga berbagai produk batik yang bisa dibeli untuk oleh-oleh.
Batik Mahkota Laweyan berlokasi di Jalan Sayangan Kulon nomor 9, dan bisa dicapai dengan angkutan umum nomor 02 atau Bus Batik Solo. Pengunjung harus masuk melalui jalan kecil untuk mencapai tempat ini.
16.  Wedangan Rumah Nenek

Pelancong yang berkunjung ke Batik Mahkota Laweyan sebaiknya tidak melewatkan Wedangan Rumah Nenek, yaitu sebuah kedai bergaya tempo dulu yang menghidangkan berbagai minuman hangat tradisional. Kedai ini memiliki konsep rumah joglo yang serba terbuka, dengan sentuhan desain era kolonial. Perabot serba kayu, ruang-ruang lapang terbuka, serta desain ala Jawa dan Belanda di dalam rumah membuat kedai ini berkesan hangat.
Wedangan Rumah Nenek menyajikan berbagai wedang yang terbuat dari rempah-rempah seperti kayu manis, pala, jahe, cengkih, dan serai. Menu khasnya adalah Wedang JKJS (Jahe, Kencur, Jeruk, serai). Ada juga berbagai hidangan khas angkringan Solo, dan menu andalan berupa sup buntut. Pengunjung yang datang pada jam makan siang bisa menikmati menu “biasa” seperti nasi goreng, pecel lele, bandeng, dan sup daging.
Wedangan Rumah Nenek berlokasi di Kampung Batik Laweyan. Bangunannya yang khas dengan lapangan parkir luas membuatnya mudah ditemukan. Kedai minuman ini buka dari pukul 10.00 hingga 24.00.
17.  Batik Gunawan Setiawan
Batik Gunawan Setiawan adalah salah satu tempat wisata unggulan di area Kampung Wisata Batik di Kauman, Solo. Selain berbelanja berbagai produk batik dengan berbagai kisaran harga, pengunjung juga bisa ikut belajar memahami bagaimana batik dibuat. Batik Gunawan Setiawan memiliki bengkel kerja bergaya terbuka, sehingga pengunjung bisa menonton proses pembuatan batik mulai dari tahap awal hingga akhir. Pengunjung juga bisa menikmati suguhan jamu saat berkunjung ke tempat ini.
Batik Gunawan Setiawan berlokasi di Jalan Cakra nomor 21. Walau pengunjung harus melalui jalan kecil sebelum menemukan toko ini, lokasinya cukup mudah ditemukan, terutama karena Batik Gunawan Setiawan sudah cukup terkenal di kalangan pelancong dalam negeri.
18.  Dalem Kalitan
Dalem Kalitan adalah rumah peristirahatan milik almarhum Presiden Soeharto dan keluarga, yang mereka tempati setiap kali berkunjung ke Solo. Dalem Kalitan dibangun pada tahun 1789 dan memiliki desain khas rumah joglo, yang terbuka serta penuh dengan elemen kayu di interiornya. Pengunjung bisa melihat berbagai bagian rumah serta kenang-kenangan yang menggambarkan Soeharto dan keluarga, seperti berbagai foto, piagam, penghargaan, dan koleksi buku.
Dalem Kalitan berlokasi di Jalan Kalitan, Timuran, dan berdekatan dengan Loji Gandrung (rumah dinas wali kota Solo). Pengunjung bisa bertanya-tanya soal sejarah rumah tersebut pada staf penjaga dan pengelola Dalem Kalitan.
19.  Museum Bank Indonesia Solo
Berlokasi di pusat Kota Solo, Museum Bank Indonesia adalah gedung lama Bank Indonesia yang dipugar menjadi perpustakaan serta museum. Gedung yang aslinya merupakan tempat operasi De Javache Bank pada zaman Belanda itu memang memiliki ciri khas bangunan era kolonial, dengan warna putih, ventilasi berbentuk setengah lingkaran, hingga kolom-kolom pilaster. Lokasinya yang strategis di Jalan Jenderal Sudirman dan berdekatan dengan kantor wali kota membuat gedung ini mudah ditemukan.
Museum Bank Indonesia memajang benda-benda yang menjadi bukti sejarah beroperasinya Bank Indonesia, seperti arsip dan foto. Museum ini juga rencananya akan terus melengkapi koleksi uang lama, sehingga pengunjung bisa melihat jejak-jejak sejarah transaksi finansial di Indonesia. Museum Bank Indonesia buka dari pukul 07.15 hingga 16.15, dan harga tiket masuknya adalah Rp2.000 (anak-anak tidak dikenakan biaya).
20.  Taman Cerdas Jebres
Taman Cerdas Jebres merupakan tempat wisata dengan konsep wisata edukasi untuk seluruh keluarga. Berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, taman ini kerap ramai didatangi keluarga, anak-anak, bahkan mahasiswa. Taman ini menawarkan fasilitas hiburan dan edukasi seperti patung-patung wayang, alat-alat musik tradisional, ukiran dinding (relief) yang menggambarkan peristiwa sejarah, taman bermain anak, hingga koneksi internet. Ada juga berbagai fasilitas serta kelas-kelas singkat, seperti kelas seni dan komputer untuk anak-anak.
Taman Cerdas Jebres juga memiliki ruang terbuka dan panggung umum yang kerap dijadikan arena pertunjukan seni, konser musik tradisional, atau pameran. Pemerintah Kota Solo saat ini juga semakin mengembangkan taman ini dengan menyertakan kegiatan untuk mengembangkan minat anak, misalnya dalam bidang fotografi, seni, hingga siaran radio.
Taman Cerdas Jebres buka dari pukul 07.00 hingga 22.00, dan tarif masuknya gratis. Taman ini berlokasi tidak jauh dari Universitas Sebelas Maret, tepatnya di sebelah utara bangunan kampus. Pengunjung bisa mencapainya dengan naik angkutan kota nomor 03 atau Bus Batik Solo yang menuju ke kampus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar