WISATA di SURABAYA
1. Monumen Tugu Pahlawan
Tempat Wisata Surabaya, Monumen Tugu Pahlawan
Kurang
afdol rasanya jika Anda mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen yang
satu ini. Lokasinya juga berada di kompleks yang sama dengan Museum Sepuluh
November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, Anda bisa menemukan dua
objek wisata sekaligus.
Monumen
ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik.
Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau . Di bagian depan—pintu
masuk—Anda akan disambut oleh patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang
berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan
patung burung garuda di bagian atasnya.
·
Mengintip Surabaya
dari jendela kamar hotel di tengah kota
Kota
Surabaya kini tengah berkembang dan selalu berbenah. Perubahan Surabaya ke arah
yang lebih baik bisa jelas terlihat jika Anda menyusuri jalan kota ini.
Berbagai gedung pencakar langit dan taman kota dibangun rapi. Berkunjung ke
Surabaya tentunya jadi lebih menyenangkan karena selain berwisata kuliner, Anda
bisa sekaligus berjalan-jalan keliling kota.
Tak
hanya bisa dinikmati dengan cara berjalan-jalan, Anda pun bisa mengintip
semarak Kota Pahlawan ini dari jendela kamar hotel. Di siang hari, pemandangan
di sekitar hotel akan tampak seperti sebuah miniatur kota. Sedangkan saat malam
hari, kerlap-kerlip lampu kota terlihat begitu meriah dan memukau.
Tak
ingin melewatkan pemandangan ini bukan? Untuk itu, Anda sebaiknya pintar
memilih hotel tempat menginap. Pilihlah lokasi menginap di pusat kota dengan
lokasi yang strategis dan kesempatan untuk menyaksikan pemandangan kota yang
cantik. Jangan lupa manfaatkan peluang mendapatkan potongan harga hingga 20%
dengan memesan paket tiket pesawat dan hotel di Traveloka.
2. Monumen Bambu Runcing
Di
jantung kota, Anda bisa menemukan Monumen Bambu Runcing yang berada di
tengah-tengah perempatan kota yang senantiasa padat. Monumen ini terdiri atas
lima buah bambu yang sengaja dibuat asimetris tingginya. Sekeliling bambu
runcing replika ini ditanami beragam tanaman dan bunga sehingga membuat
tampilan monumen jadi semakin cantik.
Anda tentu tak perlu lagi bertanya apa
maksud dari bambu runcing ini dijadikan sebagai monumen. Tanpa sedikit pun
gentar melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah
merdeka, arek-arek Suroboyo berjuang dengan kondisi
seadanya. Ketika sekutu dibekali persenjataan lengkap dengan teknologi cangih
dan modern, rakyat pribumi hanya bermodalkan bambu runcing. Namun atas kuasa
Tuhan Yang Maha Kuasa, kemenangan berpihak pada bangsa Indonesia
Lokasi
: Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
Jam
operasional : 24 jam
Harga
tiket : -
3. Monumen Surabaya
Tempat Wisata Surabaya, Monumen Surabaya
Boleh-boleh saja Anda mengunjungi
beragam tempat wisata di Surabaya, tetapi perjalanan tidak akan
lengkap tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Menjadi ikon kota,
patung sura (ikan hiu) dan baya (buaya) yang sedang bertarung dibuat tidak
hanya satu.
Konon, nama Surabaya diambil dari sejarah
pertarungan sura dan baya. Kedua hewan ini merupakan hewan yang sama-sama
kuat dan berteman dengan baik. Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba salah satu
melanggar kesepakatan degan melakukan perluasan wilayah. Tidak terima,
pertarugan dua hewan air ini pun tidak dapat dihindari untuk mempertahankan
kekuasaan.
4. Monumen Jalasveva Jayamahe
New
York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun
Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri
menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter
berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30
meter juga.
Patung
ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Adapun nama Jalasveva Jayamahe
sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”. Hal
ini untuk menegaskan bahwa Indonesia berjaya bahkan sejak zaman Kerajaan
Sriwijaya dahulu.
5. Monumen Kapal Selam
Monumen Kapal Selam
Untuk mempersingkat sebutan tempat wisata di Surabayayang satu ini, orang lebih
senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan
cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya pengunjung dewasa, pengunjung
yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di sini, Anda bisa
melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Di
samping itu, Anda juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang
mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi
oksigen bersama 63 orang.
Monumen
ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini
adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru.
Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di
Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962.
6. Taman Bungkul
Taman Bungkul
Boleh
jadi, Anda tidak lagi asing dengan nama taman yang satu ini meski belum pernah
menginjakkan kaki ke sini. Taman ini memang sangat termashyur dan menjadi salah
satu fasilitas umum favorit warga Surabaya. Pemuda-pemudi dan keluarga tumpah
ruah di sini untuk sekadar melakukan relaksasi atau berkumpul dengan komunitas.
Selain
menjadi taman bagi publik yang dilengkapi koneksi internet nirkabel gratis dan
air minum langsung dari kran, Taman Bungkul rupanya juga temasuk salah satu
destinasi wisata ziarah. Di kawasan ini terdapat makam Sunan Bungkul, seorang
ulama besar pada masa Kerajaan Majaphit.
7. Taman Korea
Tidak
lama sebelum wabah Korea menyerang muda-mudi Indonesia sedemikian hebat,
Walikota Tri Rismahaini sudah lebih dulu meresmikan taman ini. Dibangun pada
tahun 2010 yang lalu, Taman Korea merupakan perwujudan persahabatan antara
Surabaya dan Korea. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak bidang, terutama
pendidikan, perdagangan, infastruktur, dan kebudayaan. Bahkan, desain dan
seluruh pengerjaan taman ini pun dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.
Taman Korea didirikan di kawasan Soetomo di
atas lahan seluas 1.848m2. Alasan dipilihnya lokasi ini karena banyaknya warga
negara asing yang berada di sana, termasuk dari Korea Seatan sendiri. Beragam
jenis tanaman cantik dan pepohonan rindang memenuhi tempat ini. Di bagian
tengah taman terdapat prasasti yang memberikan deskripsi Taman Korea, sementara
di bagian sampingnya dibuat jogging track untuk
pengunjung yang ingin berolahraga.
Lokasi
: Jalan dr. Soetomo, Surabaya
Jam
operasional : 24 jam
Harga
tiket : -
8. Taman Persahabatan
Meski gedung-gedung pencakar langit
memenuhi permukaan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini, lahan-lahan di tengah kota
yang ada dimanfaatkan sebagai penyeimbang. Selain sebagai pemanis kota,
taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di Surabayasekaligus
paru-paru kota.
Taman
Persahabatan adalah fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau lainnya yang ada
di Surabaya. Disebut sebagai Taman Persahabatan sebab sama seperti Taman Korea,
taman ini juga merupakan simbol kerja sama antara Surabaya dengan tujuh kota
dan kabupaten lainnya. Di taman ini ada pohon-pohon yang ditanam sebagai
simbolisasi persahabatan oleh pemerintah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Batam,
Bandung, Banjarmasin, dan Kochi (Jepang).
Lokasi
: Jalan Sulawesi no. 67, Ngagel, Surabaya
Jam
operasional : 24 jam
Harga
tiket : -
9. Taman Mayangkara
Untuk
mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara kala bertempur melawan Belanda,
taman ini dibangun. Taman Mayangkara cukup luas dan asri dengan dedaunan hijau
yang segar dipadu cantiknya warna-warni kembang. Anda yang ingin singgah
sejenak dari kepenatan bisa coba mengunjungi taman ini.
Masih
di area Taman Mayangkara, di sisi yang menghadap Rumah Sakit Islam, ada sebuah
monumen. Monumen ini merupakan visualisasi Mayor Djarot Soebyantoro yang
menaiki kuda putih Mayangkara. Mayor Djarot Soebyantoro sendiri adalah pimpinan
pasukan Batalyon 503 Mayangkara.
Lokasi
: Jalan Taman Mayangkara, Darmo, Surabaya
Jam
operasional : 24 jam
Harga
tiket : -
10. Taman Gantung
Taman
Gantung Surabaya juga sering disebut Jembatan Tunjungan. Kata ‘Tunjungan’
memang diambil dari nama kawasan objek wisata yang satu ini, yakni Tunjungan.
Namun Anda mungkin berpikir, bagaimana kata taman bisa digantikan kata
jembatan?
Sebenarnya,
tahun 2016 lalu, walikota menyulap dan menghidupkan kembali jembatan
penyeberangan yang ada di kawasan Tunjungan. Jembatan tersebut diperbaiki
dengan dekorasi beragam tanaman dan kini telah dikeramik. Asrinya jembatan ini
menyerupai taman. Tak hanya itu, di jembatan ini juga ada kursi untuk
bersantai. Di malam hari, Anda bisa menyaksikan cantiknya perpaduan gelapnya
langit dengan kombinasi lampu dari kawasan Tunjungan yang selalu ramai.
Lokasi
: Jalan Tunjungan no. 12 Genteng, Surabaya
Jam
operasional : 24 jam
Harga
tiket : -
11. Taman Mundu
Gelapnya
langit malam Surabaya tidak akan terlalu terasa ketika Anda berada di Taman
Mundu. Pasalnya, salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya ini menampilkan
atraksi air mancur yang berpadu sangat apik dengan sorotan lampu
berwarna-warni. Air mancur yang semestinya berwarna bening pun menjadi lebih
semarak karena permainan lampu LED.
Taman Mundu diresmikan pada tahun 2010 yang
lalu. Sama seperti taman pada umumnya, Taman Mundu juga dipenuhi dengan tanaman
yang beraneka macam. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, arena bermain untuk anak, lampu-lampu
hias, kolam air, sampai dua buah pohon Mundu yang menjadi ikon taman ini.
Pemerintah bahkan menyediakan fasilitas air minum gratis langsung dari keran
yang bisa dinikmati oleh siapapun.
Lokasi
: Jalan Tambaksari Surabaya (seberang Stadion Gelora Sepuluh November)
Jam
operasional : 24 jam
Haraga
tiket : -
12. Taman Apsari
Taman
yang satu ini merupakan satu dari tiga taman peninggalan Belanda. Meski
ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lainnya yang ada
di Surabaya, taman ini sejuk dan tenang. Padahal, lokasi Taman Apsari berada di
tengah kota—berhadapan dengan Gedung Grahadi.
Luas Taman Apsari sekitar 5300m2. Ada
sekitar 20 jenis bunga dan tanaman yang ditata dengan sangat apik di taman ini.
Di sela-sela cantiknya jejeran tanaman ini, pemerinah membuat jogging track yang bisa digunakan pengunjung untuk
berlari, berjalan-jalan, atau bahkan bermain skateboard. Tak
lupa, patung Gubernur Suryo juga berdiri tegak di tengah-tengah taman, lengkap
dengan petikan pidato gubenur Jawa Timur pertama itu di bagian bawah monuman.
Lokasi
: Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
Jam
operasional : 24 jam
Harga
tiket : -
13. Taman Flora
Tanpa
dihitung jumlah polusi akibat kendaraan bermotor yang senantiasa memenuhi ruas
jalan, Surabaya sendiri sudah cukup panas. Berada di kawasan dekat laut membuat
kota ini memiliki suhu yang cukup tinggi. Untuk itulah, kehadiran taman-taman
kota cukup membantu untuk menurunkan suhu, memperbanyak oksigen, sekaligus
mempercantik rupa kota.
Taman
Flora memiliki lahan seluas 2,4 hektare. Awalnya tempat ini merupakan tempat
pembibitan seluruh tanaman yang akan ditanam di seluruh penjuru kota. Namun
sejak di kawasan Rungkut berdiri Kebun Bibit Wonorejo, seluruh bibit
dipindahkan ke sana. Kini sembari menikmati sejuknya udara, Anda bisa menikmati
beragam fasilitas Taman Flora seperti kandang rusa, sangkar burung raksasa,
perpustakaan, hingga pendopo serbaguna.
Lokasi
: Jalan Raya Manyar no. 80A Baratajaya, Gubeng, Surabaya
Jam
operasional : Setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB
Harga
tiket : -
14. Taman Pelangi
Taman
Pelangi berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di jalur masuk menuju
Kota Surabaya, Anda seakan merasa disambut dengan keramahan kota ini.
Seperti
namanya, Taman Pelangi memberikan warna-warni yang cantik. Warna-warni ini
didapatkan dari permainan lampu yang dinyalakan saat malam hari. Dengan monumen
yang tersusun atas 31 buah ruas batang didesain dengan pola melengkung seperti
daun, pemandangan taman ini sangat menarik. Ditambah dengan air yang mengalir
pada monumen, suasana menjadi lebih menenangkan.
Lokasi
: Jalan Ahmad Yani no. 138, Gayung, Surabaya
Jam
operasional : 17.00-23.00 WIB
Harga
tiket : -
15. Hutan Mangrove
Wisata alam nan hijau di Surabaya tidak
hanya terbatas pada taman saja. Tempat wisata di Surabaya lainnya yang
menawarkan konsep alam hijau bisa Anda temui di daerah Wonorejo, Rungkut. Di
sini, Anda bisa menemukan hutan mangrove alias
hutan bakau yang juga sudah mulai banyak hadir di beberapa kota lainnya.
Setelah melalui pintu masuk, Anda tidak
akan langsung menemukan kawasan hutan bakau. Untuk menyaksikan segarnya
pemandangan hutan bakau yang hijau, Anda harus berjalan dulu menuju dermaga.
Dari dermaga ini, Anda perlu menaiki perahu menuju hutan. Atau jika ingin
merasakan sensasi menaiki speedboat, Anda juga
bisa menyewanya untuk kapasitas enam orang seharga Rp300.000,00.
Lokasi
: Jalan Raya Wonorejo no. 1 Rungkut, Surabaya
Jam
operasional : Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB
Harga
tiket : Rp25.000,00 untuk dewasa, Rp15.0000,00 untuk anak-anak
16. Hutan Bambu
Semakin
lama mengeksplorasi Indonesia, Anda akan semakin menemukan banyak objek wisata
yang mirip dengan objek wisata di negara-negara lain. Di Surabaya sendiri, ada
sangat banyak tempat wisata yang akan membuat Anda serasa di negara lain. Salah
satunya adalah hutan bambu di kawasan Keputih. Meski tidak terlalu mirip dengan
hutan bambu di Arashiyama, Jepang, setidaknya Hutan Bambu Keputih cukup apik
untuk mengobati rindu atau keinginan menjejakkan kaki di Negeri Sakura.
Dulunya kawasan ini merupakan Tempat
Pembuangan Akhir. Setelah tidak digunakan selama beberapa lama, pemerintah
kemudian berinisiatif membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi.
Kini, Anda yang ingin sekadar berjalan-jalan di lingkungan yang sejuk atau
menambah koleksi di feed Instagram
bisa mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini.
Lokasi
: Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya
Jam
operasional : Setiap hari 06.00-18.00 WIB
Harga
tiket : -
17. Pantai Kenjeran
Satu
lagi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran.
Di sini, Anda bisa menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau
dermaga. Namun yang disayangkan, Pantai Kenjeran kurang bisa dinikmati untuk
melakukan aktivitas renang seperti pantai lain pada umumnya. Ini karena
kondisinya yang berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu
altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi.
Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di
sini. Selain hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana, Anda bisa melakukan
aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan
fasilitas flying fox untuk si kecil.
Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik
untuk menikmati waktu bersantai Anda.
Lokasi
: Jalan Raya Pantai Lama no. 12 Surabaya
Jam
operasional : Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB
Harga
tiket : Rp10.000,00
18. Surabaya North Quay
Sejak
Februari 2016 Surabaya memilki sebuah tempat wisata baru yang sangat apik.
Surabaya North Quay kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi—baik warga lokal
maupun turis luar daerah—terutama mulai sore hingga malam. Pasalnya, dari sini,
pengunjung dapat menikmati suasana pinggir pantai—apalagi saat matahari
terbenam—dengan cara yang berbeda.
SNQ berada di kawasan Pelabuhan Tanjung
Perak, tepatnya di lantai tiga gedung Gapura Surya Nusantara—pelabuhan
penumpang terbaik di Indonesia. Dengan kosep outdoor, Anda bisa
bersantai menikmati semilir angin di atas rumput hijau sekaligus bersantai di
kursi berpayung atau bersandar pada pagar pembatas. Dari sini, Anda bisa
menyaksikan sibuknya aktivitas pelabuhan. Jika ingin menyaksikan kapal pesiar
yang sedang bersandar, Anda bisa mengunjungi SNQ setiap hari Senin.
Lokasi
: Terminal Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan
Perak Timur, Surabaya
Jam
operasional : Selasa-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB
Harga
tiket : Rp7.500,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor
19. Artama Harbour Cruise
Seperti namanya, Artama Harbor Cruise sebenarnya bukan merupakan tempat wisata di Surabaya, melainkan kegiatan
wisata. Dikelola oleh PT. Pelindo Marine Service, pelayaran ini dapat Anda
nikmati bersama keluarga, kolega, atau bahkan cukup sendiri.
Selama
dua jam, Anda akan dibawa berkeliling Selat Madura. Dari sini, Anda bisa
menyaksikan kemegahan maritim Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak
Surabaya. Dan yang pasti, Anda juga bisa melihat betapa gagahnya monumen
Jalasveva Jayamahe dari laut.
Lokasi
: Jalan Prapat Kurung Utarano. 58 Surabaya
Jam
operasional : Hari Minggu pukul 09.00 WIB
Harga
tiket :Rp120.000,00
20. Kebun Binatang Surabaya
Kebun
Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang juga
termasuk peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK
Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Pada tahun 1922, KBS
sempat akan dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa
anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya.
Tempat
rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara.
Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies yang berada di KBS. Fauna yang
dipelihara di sini pun tidak hanya asal Indonesia, tetapi juga dari
negara-negara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar