Senin, 10 September 2018

Tempat wisata di yogyakarta


Wisata di Yogyakarta
Yogyakarta, salah satu daerah istimewa Indonesia ini menawarkan keistimewaan bagi banyak orang. Tak sekadar kekayaan pariwisata, Jogja juga terkenal akan keramahan masyarakat dan budayanya. Yuk, simak video berikut untuk menjelajahi keindahan Yogyakarta!

Ada banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Yogyakarta, baik objek wisata bersejarah maupun objek wisata kekinian yang sedang hits, khususnya di kalangan anak muda. Nah, jika Anda ingin pelesir ke Yogyakarta dalam waktu dekat, ada baiknya menyusun rencana perjalanan dengan matang terlebih dahulu. Sebagai bahan pertimbangan, simaklah ulasan singkat 55 tempat wisata di Yogyakarta berikut ini.
1. Yogyakarta Bay Pirates Adventures Waterpark
Jogja Bay Pirates
Tempat wisata di Yogyakarta yang satu ini terletak di Maguwoharjo, Depok, Sleman, tepatnya di sebelah utara Stadion Maguwoharjo. Untuk mencapainya, Anda bisa menyusuri Jl. Ring Road Utara dari arah kota dan berbelok menuju stadion. Lokasinya cukup jauh dari jalan utama sehingga Anda disarankan untuk menggunakan kendaraan sendiri supaya perjalanan lebih praktis dan efisien.
Yogyakarta Bay merupakan taman wisata air yang dibangun di atas lahan seluas 7,7 hektare. Berbagai wahana permainan air yang seru bisa dinikmati di tempat ini, seperti Memo Racer (8 lintasan seluncur), Bekti Adventure (slider meliuk dan berputar), Jolie Raft River (wahana yang dilengkapi dengan ombak lembut), Ziggy Giant Barrel (perosotan pendek dengan guyuran air) dan sebagainya. Ada pula Harbour Theatre, yaitu sebuah area khusus untuk pertunjukan drama musikal dan event lainnya.
Jika Anda ingin menikmati kesegaran waterpark ini bersama anggota keluarga, datanglah pada pukul 09.00 WIB – 18.00 WIB. Pada akhir pekan, tempat wisata ini dibuka lebih awal, yaitu 08.00 WIB. Harga tiket masuk untuk anak-anak adalah Rp60.000 pada hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan. Sementara itu, tiket masuk untuk orang dewasa adalah Rp90.000 pada hari biasa dan Rp100.000 pada akhir pekan.
2. Museum Affandi
museum affandi
Bagi Anda pencinta seni lukis, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat jejak kehadiran pelukis besar Indonesia bernama Affandi di Museum Affandi. Museum ini berlokasi di Jl. Laksda Adisutjipto 167. Dari pusat kota, Museum Affandi hanya berjarak sekitar 5 km atau bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum selama 20 menit.
Di dalam museum, Anda akan menemukan ratusan karya seni milik pelukis yang terkenal dengan gaya ekspresionisme ini. Beberapa karyanya yang mengesankan antara lain “The Artist and His Daughter”, “Wisdom of The East”, dan “Mother’s Angry”. Bukan hanya itu, ada pula karya-karya dari anggota keluarga Affandi, seperti Kartika Affandi dan Maryati Affandi.
Selain dapat menikmati berbagai koleksi karya seni tersebut, Anda pun akan dimanjakan oleh suasana sejuk yang sangat terasa di area luar galeri. Pepohonan yang rindang membuat tempat ini sangat nyaman dijadikan tempat bersantai. Museum Affandi dibuka pada pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap hari kecuali pada hari libur nasional. Bagi pengunjung lokal, tiket masuk yang harus dibayar adalah Rp25.000 per orang. Jika membawa kamera, Anda juga perlu menambah biaya Rp20.000.
3. Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen SentaluMuseum Ullen Sentalu
Destinasi menarik lain yang perlu Anda kunjungi ketika berlibur ke Yogyakarta adalah Museum Ullen Sentalu. Lokasi museum ini di Jl. Boyong km 25, Kaliurang Barat, Sleman. Rute yang bisa ditempuh adalah melalui Jl. Kaliurang ke arah utara. Setelah Gerbang Kaliurang, berkendaralah sejauh 2 km hingga tiba di pertigaan Patung Udang. Sejauh 500 meter ke utara, ada pertigaan lain, ambillah jalur ke kanan. Sekitar 700 meter kemudian, Anda akan tiba di depan bangunan museum.
Museum Ullen Sentalu merupakan salah satu museum terbaik di Yogyakarta. Di tempat ini, terdapat berbagai koleksi bersejarah, seperti lukisan dan benda-benda lain. Anda juga bisa menikmati keindahan bangunan berarsitektur Jawa yang indah dan anggun. Suasana di kawasan museum pun terasa hening dan sejuk karena terletak di kaki Gunung Turgo, Merapi, dan Plawangan. Selain itu, di tempat ini juga biasa diadakan berbagai agenda seni dan budaya yang menarik untuk diikuti.
Anda bisa datang ke Museum Ullen Sentalu pada Selasa-Jumat mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB dan Sabtu-Minggu mulai pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB. Tiket masuk untuk pengunjung domestik adalah Rp30.000 (dewasa) dan Rp15.000 (anak-anak). Sementara itu, tiket masuk untuk wisatawan mancanegara adalah Rp50.000 (dewasa) dan Rp30.000 (anak-anak).
4. Blue Lagoon (Pemandian Tirta Budi)
blue lagoon jogja pemandian tirta budi
Objek wisata Jogja yang sebenarnya bernama Pemandian Tirta Budi ini cukup ramai dibicarakan di media sosial. Sebutan Blue Lagoon bermula dari kemiripan tempat ini dengan salah satu destinasi menarik di Iceland yang bernama sama. Bagaimana tidak, di sini Anda akan menemukan sebuah kolam alami yang masih berair jernih. Berpadu dengan suasana alam yang masih asri, tempat ini terlihat sangat mengundang untuk dikunjungi.
Blue Lagoon berlokasi di Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Dari pusat kota, jaraknya sekitar 14 km. Rute yang bisa ditempuh adalah melalui Jl. Kaliurang. Pada km 13, yaitu di pertigaan Jl. Raya Besi-Jangkang, belok kanan hingga mencapai Pasar Jangkang. Sekitar 100 meter dari situ, Anda bisa tiba di Blue Lagoon.
Tempat pemandian ini belum dikelola secara resmi sehingga Anda hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua. Anda juga bisa datang kapan saja, baik pagi maupun sore hari. Namun, untuk menikmati suasana yang segar dan menyejukkan, datanglah pada pagi hari.
5. Kampung Teletubbies
Disebut sebagai Kampung Teletubbies karena rumah-rumah di wilayah ini tampak sangat mirip dengan rumah Teletubbies dalam sebuah serial televisi untuk anak-anak. Bentuknya sangat unik, yaitu seperti kubah atau terlihat seperti separuh bola yang menempel di tanah berwarna putih. Seperti tempat tinggal pada umumnya, rumah ini juga dilengkapi dengan pintu dan beberapa jendela.
Konon, kampung ini dirancang sedemikian rupa untuk menghindari risiko membahayakan akibat gempa. Desain rumah memang dibangun agar tahan gempa dan tahan api. Selain rumah, di sini juga tersedia berbagai fasilitas umum, seperti aula, poliklinik, dan sebagainya, yang dibangun dengan bentuk yang sama.
Nah, jika Anda ingin melihat langsung keunikan Kampung Teletubbies, datanglah ke Dusun Nglepen, Sumberharjo, Sleman. Untuk menjangkaunya, Anda bisa melewati rute Jl. Prambanan-Piyungan. Dari Prambanan, jaraknya sekitar 3 km. Tidak ada tarif khusus yang dikenakan bagi pengunjung yang datang ke tempat ini.
6. Monumen Yogyakarta Kembali
Monumen Yogyakarta Kembali
Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia. Bangunan yang dibangun pada 29 Juni 1985 ini berbentuk seperti kerucut. Di dalam museum yang terdiri atas 3 lantai ini terdapat pula ruang perpustakaan dan ruang serbaguna.
Koleksi bersejarah yang bisa ditemukan di museum yang sering disebut Monjali ini antara lain adalah replika, foto-foto, dokumen, berbagai jenis senjata, serta tandu dan kereta kuda yang pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Monumen Yogyakarta Kembali berlokasi di Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Anda bisa mencapainya dengan menyusuri Jl. Ring Road Utara. Aksesnya cukup mudah karena tidak terlalu jauh dari pusat kota. Untuk tiket masuk ke destinasi ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp10.000 per orang. Monumen Yogyakarta Kembali dibuka untuk umum pada Selasa-Minggu pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB.
·         Backpacker sejati di Yogyakarta pasti tahu ini…
backpacker jogjakarta
Bagi backpacker, merencanakan perjalanan ke luar kota tentu sudah menjadi kegiatan yang mudah. Namun, lain halnya bagi Anda yang ingin memulai petualangan khas ransel ini. Anda tentu membutuhkan panduan, termasuk saat akan memesan tiket pesawat dan penginapan.
Untuk yang satu ini, Traveloka sudah menyiapkan yang terbaik. Anda bisa menghemat banyak biaya dengan memesan paket tiket pesawat dan hotel. Memesannya sekaligus dalam satu paket, akan menghemat banyak waktu dan biaya. Konon, Anda juga bisa mendapatkan potongan harga hingga 20%. Hal ini tentunya jadi incaran banyak backpacker.
Selain tarif menginap yang murah, lokasi strategis juga wajib diperhatikan. Jangan sampai Anda bisa berhemat di penginapan tapi malah berat di transportasi. Pilih penginapan yang dekat dengan titik-titik lokasi kunjungan Anda. Dengan begitu, Anda cukup berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke tujuan. Atau, Anda bisa memilih penginapan yang dekat dengan jalan raya sehingga lebih mudah mencari moda transportasi umum.
Paket tiket pesawat + hotel ?
Klik dapat promo, cek sekarang
KLIK DISINI

7. Upside Down World
Salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang tergolong baru adalah Upside Down World. Lokasinya di Jl. Ring Road Utara 18, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Tempat wisata Jogja yang diresmikan pada 4 Juli 2016 ini mengusung konsep yang unik dan berbeda, yaitu menciptakan ruang terbalik. Di dalam bangunan ini, Anda akan menemukan berbagai perabotan rumah tangga, seperti tempat tidur, meja makan, lemari, menempel di langit-langit. Uniknya, semua furnitur yang digunakan benar-benar asli.
Di Upside World Down Yogyakarta ini, terdapat 12 spot dengan tema yang bervariasi. Bagi Anda yang hobi fotografi, tempat ini sangat cocok untuk melatih kemampuan menemukan sudut pandang yang tepat sehingga hasil jepretan terlihat lebih menarik.
Tempat wisata ini dibuka pada pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB setiap hari. Tiket masuk untuk pengunjung dewasa adalah Rp80.000 dan anak-anak Rp40.000. Meskipun terkesan mahal, Anda tidak akan rugi karena pengalaman luar biasa yang bisa Anda dapatkan di tempat ini. Harga tiket ini juga sudah termasuk biaya asuransi.
8. Candi Sambisari
Candi SambisariTempat wisata di Yogyakarta - Candi Sambisari
Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dari pusat kota, jaraknya sekitar 12 km. Candi ini juga berdekatan dengan kompleks Candi Prambanan. Untuk menjangkaunya, pengunjung bisa melewati rute Jl. Raya Solo – Yogyakarta. Kira-kira pada km 15, Anda akan melihat sebuah papan penunjuk jalan yang mengarahkan Anda ke lokasi candi.
Pada kompleks candi ini, terdapat 1 candi utama dan 3 candi pendamping yang dikelilingi oleh pagar batu sebanyak 2 lapis. Sementara itu, ada 4 pintu masuk untuk memasuki area candi. Dari kejauhan, kompleks candi terlihat seperti kastel yang terbuat dari batu. Menariknya lagi, area candi diselimuti oleh hamparan rumput yang hijau sehingga tampak seperti permadani yang indah. Di area ini, Anda bisa duduk dan bersantai sambil menikmati suasana alam yang masih sejuk.
Candi Sambisari juga kerap dijadikan sebagai lokasi untuk foto prewedding. Hal itu didukung oleh suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Untuk masuk ke Candi Sambisari, Anda hanya perlu membayar Rp3.000 per orang. Datanglah setelah pukul 08.00 WIB atau sebelum pukul 15.00 WIB.
9. Tebing Breksi
Tebing BreksiTebing Breksi
Tebing Breksi adalah tempat wisata Jogja kekinian yang sedang hits di kalangan anak muda. Objek wisata ini berada di Dusun Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman. Untuk mencapainya, pengunjung bisa memulai perjalanan dari Pasar Prambanan. Dari lokasi ini, berkendaralah menuju Piyungan sejauh 3 km, kemudian berbelok ke arah Tebing Breksi sejauh 1 km.
Tempat wisata ini merupakan sebuah bukit batu hasil aktivitas penambangan material kapur breksi sejak 1980-an. Kini, aktivitas penambangan sudah tidak dilakukan lagi, tetapi lokasi ini berubah menjadi objek wisata yang unik. Menariknya, dinding-dinding batu yang tinggi dan kokoh tersebut dipenuhi oleh berbagai pahatan artistik yang menarik untuk menjadi latar foto.
Ada pula sebuah amfiteater yang disebut Tlatar Seneng dilengkapi dengan tempat duduk melingkar di area Tebing Breksi. Di panggung terbuka ini sering diadakan berbagai acara kesenian dan kebudayaan.
Untuk masuk ke lokasi wisata, Anda hanya perlu membayar Rp2.000 sebagai biaya parkir. Anda bisa berkunjung ke tempat ini mulai pagi hingga sore hari. Namun, untuk kenyamanan, Anda disarankan untuk datang pada sore hari karena matahari sudah tidak begitu menyengat. Area wisata ini juga dibuka pada malam hari, khususnya jika ada acara yang sedang berlangsung.
10. Desa Wisata Ketingan
Salah satu objek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan ketika berlibur ke Yogyakarta adalah Desa Wisata Ketingan. Desa wisata ini berada di wilayah administratif Tirtoadi, Mlati, Sleman. Untuk menjangkaunya, Anda bisa memulai perjalanan dari Terminal Jombor. Hanya perlu menempuh jarak sekitar 3 km sebelum tiba di tempat ini.
Hal menarik yang bisa dinikmati saat berkunjung ke Desa Wisata Ketingan adalah kehadiran ribuan burung kuntul yang hidup dan bersarang di atas pepohonan di kawasan ini. Selain itu, suasana pedesaan yang masih alami dan sejuk membuat Ketingan menarik untuk dikunjungi. Agar acara liburan menjadi lebih maksimal, Anda juga bisa bermalam di tempat ini. Tersedia tempat menginap dengan harga sewa yang terjangkau, yaitu sekitar Rp75.000 per malam.
11. Candi Ijo
Candi IjoCandi Ijo
Lokasi Candi Ijo adalah di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman. Jaraknya dari Candi Ratu Boko sekitar 4 km ke arah tenggara atau 28 km jika diukur dari pusat kota. Sebutan Candi Ijo sebenarnya berasal dari lokasinya yang terletak di sebuah bukit bernama Gumuk Ijo. Dari permukaan laut, ketinggian candi ini sekitar 425 meter.
Selain letaknya yang berada di kawasan perbukitan, Candi Ijo juga memiliki struktur yang unik. Terdapat 17 struktur bangunan dan 11 teras berundak di candi ini. Di sepanjang sisi candi, Anda juga akan menemukan pahatan relief yang merupakan warisan penting masa lalu. Di tempat ini, ditemukan pula dua batu prasasti yang salah satunya berisi mantra yang diulang-ilang. Kini, prasasti tersebut sudah diboyong ke Museum Nasional Jakarta.
Hingga sekarang, tidak ada biaya masuk yang diberlakukan bagi pengunjung yang ingin menikmati eksotisme candi ini. Namun, untuk merasakan pengalaman terbaik, Anda sebaiknya datang pada pagi atau sore hari.
12. Kebun Binatang Gembira Loka
Kebun Binatang Gembira LokaKebun Binatang Gembira Loka
Jika Anda pencinta binatang, jangan lupa untuk berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka yang terletak Jl. Kebun Raya No.2, Umbulharjo. Dari pusat kota, jaraknya sekitar 5,5 km. Ada transportasi umum berupa bus Trans Jogja yang dapat Anda manfaatkan untuk mencapai tempat ini.
Area Kebun Binatang Gembira Loka cukup luas. Terdapat ratusan jenis hewan yang bisa dilihat di sini, mulai dari aneka jenis burung (burung hantu, elang brontok, elang jawa, merak hijau, rangkong badak, pelikan), reptil (biawak, kura-kura, kadal), dan mamalia (harimau, gajah, banteng, macan, lutung, rusa, tapir, unta, beruang).
Selain binatang, terdapat pula berbagai wahana seru yang bisa dicoba, seperti perahu katamaran, speed boat, bumper boat, perahu kayuh, ATV, dan sebagainya. Nah, untuk memudahkan Anda berkeliling di seluruh area kebun binatang, tersedia kereta keliling yang bernama Taring. Kereta mini ini mengangkut pengunjung dari pos yang satu ke pos yang lain.
Kebun Binatang Gembira Loka ini dibuka pada 08.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap hari. Tiket masuk adalah Rp30.000 untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun.
13. Sindu Kusuma Edupark
Sindu Kusuma EduparkSindu Kusuma Edupark
Objek wisata ini berada di Jl. Magelang km 2, tepatnya di Sinduadi, Mlati, Sleman. Rutenya adalah dari Perempatan Jombor dan mengarah ke daerah Jambon. Tempatnya cukup mudah ditemukan karena dari kejauhan tampak sebuah bianglala yang cukup besar.
Ada berbagai wahana yang menarik untuk dicoba di Sindu Kusuma Edupark ini. Selain bianglala, ada pula wahana berupa trampolin, segway, bumper car, ufo, electric car, dan masih banyak lagi. Area wisata yang cocok untuk keluarga ini juga cukup luas. Oleh karena itu, ada transportasi sederhana bernama sepur mini yang bisa dimanfaatkan untuk menjelajahi seluruh kawasan dengan mudah.
Tiket masuk ke Sindu Kusuma Edupark adalah Rp15.000 per orang. Namun, untuk menikmati setiap wahana yang ada di area wisata, Anda masih perlu membayar lagi. Tersedia kartu deposit dengan nominal terendah Rp50.000. Jika deposit tidak habis digunakan, Anda bisa menguangkannya kembali. Anda juga bisa membeli tiket terusan seharga Rp60.000. Tempat wisata ini sangat menarik untuk dikunjungi, terutama bagi anak-anak yang ingin merasakan pengalaman yang berbeda.
14. Museum Gunung Api Merapi
Museum Gunung Api MerapiMuseum Gunung Api Merapi
Museum ini merupakan sebuah tempat yang bertujuan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang bencana alam, baik gempa maupun letusan gunung berapi. Lokasi museum adalah di Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Tempat ini dibuka pada Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 WIB – 15.30 WIB. Sementara itu, biaya masuk dipatok Rp3.000 per orang, sedangkan tiket menonton film adalah Rp5.000 per orang.
Di tempat ini, pengunjung bisa mempelajari segala hal tentang gunung berapi, seperti tipe-tipe letusan gunung berapi, replika sebaran awan panas, cara menyelamatkan diri jika terjadi letusan, lorong peraga simulasi, serta pemutaran film.
15. Candi Abang
Candi AbangCandi Abang
Candi Abang adalah adalah sebuah candi yang unik. Tidak seperti candi-candi lain yang terbuat dari batu andesit, Candi Abang justru berbahan dasar batu bata berwarna merah. Bentuknya hanya seperti piramida atau gundukan dengan alas seluas 36x34 meter. Pada bagian tengah, yaitu ujung candi, terdapat sumur dan tangga masuk.
Uniknya, tumpukan batu bata ini dikelilingi oleh rumput yang hijau sehingga tampak seperti bukit. Nah, jika Anda berkunjung ke sini, jangan heran apabila suasana terasa sangat sepi sehingga cocok bagi rombongan yang berpiknik santai bersama keluarga.
Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa mencari Dusun Sentonoreji, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman. Mulailah perjalanan dari Jl. Raya Yogyakarta—Piyungan dan perhatikan petunjuk arah pada km 8. Anda bisa datang pada pagi hari atau sore hari untuk menikmati pemandangan yang lebih memesona.
16. Istana Ratu Boko

Tempat wisata di surabaya


WISATA di SURABAYA

1. Monumen Tugu Pahlawan
Tempat Wisata Surabaya, Monumen Tugu Pahlawan
Kurang afdol rasanya jika Anda mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Lokasinya juga berada di kompleks yang sama dengan Museum Sepuluh November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, Anda bisa menemukan dua objek wisata sekaligus.
Monumen ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik. Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau . Di bagian depan—pintu masuk—Anda akan disambut oleh patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan patung burung garuda di bagian atasnya.
·         Mengintip Surabaya dari jendela kamar hotel di tengah kota

Kota Surabaya kini tengah berkembang dan selalu berbenah. Perubahan Surabaya ke arah yang lebih baik bisa jelas terlihat jika Anda menyusuri jalan kota ini. Berbagai gedung pencakar langit dan taman kota dibangun rapi. Berkunjung ke Surabaya tentunya jadi lebih menyenangkan karena selain berwisata kuliner, Anda bisa sekaligus berjalan-jalan keliling kota.
Tak hanya bisa dinikmati dengan cara berjalan-jalan, Anda pun bisa mengintip semarak Kota Pahlawan ini dari jendela kamar hotel. Di siang hari, pemandangan di sekitar hotel akan tampak seperti sebuah miniatur kota. Sedangkan saat malam hari, kerlap-kerlip lampu kota terlihat begitu meriah dan memukau.
Tak ingin melewatkan pemandangan ini bukan? Untuk itu, Anda sebaiknya pintar memilih hotel tempat menginap. Pilihlah lokasi menginap di pusat kota dengan lokasi yang strategis dan kesempatan untuk menyaksikan pemandangan kota yang cantik. Jangan lupa manfaatkan peluang mendapatkan potongan harga hingga 20% dengan memesan paket tiket pesawat dan hotel di Traveloka.
2. Monumen Bambu Runcing
Di jantung kota, Anda bisa menemukan Monumen Bambu Runcing yang berada di tengah-tengah perempatan kota yang senantiasa padat. Monumen ini terdiri atas lima buah bambu yang sengaja dibuat asimetris tingginya. Sekeliling bambu runcing replika ini ditanami beragam tanaman dan bunga sehingga membuat tampilan monumen jadi semakin cantik.
Anda tentu tak perlu lagi bertanya apa maksud dari bambu runcing ini dijadikan sebagai monumen. Tanpa sedikit pun gentar melawan pasukan sekutu yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah merdeka, arek-arek Suroboyo berjuang dengan kondisi seadanya. Ketika sekutu dibekali persenjataan lengkap dengan teknologi cangih dan modern, rakyat pribumi hanya bermodalkan bambu runcing. Namun atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, kemenangan berpihak pada bangsa Indonesia
Lokasi : Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
Jam operasional : 24 jam
Harga tiket : -
3. Monumen Surabaya
Tempat Wisata Surabaya, Monumen Surabaya
Boleh-boleh saja Anda mengunjungi beragam tempat wisata di Surabaya, tetapi perjalanan tidak akan lengkap tanpa menyaksikan monumen yang satu ini. Menjadi ikon kota, patung sura (ikan hiu) dan baya (buaya) yang sedang bertarung dibuat tidak hanya satu.
Konon, nama Surabaya diambil dari sejarah pertarungan sura dan baya. Kedua hewan ini merupakan hewan yang sama-sama kuat dan berteman dengan baik. Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba salah satu melanggar kesepakatan degan melakukan perluasan wilayah. Tidak terima, pertarugan dua hewan air ini pun tidak dapat dihindari untuk mempertahankan kekuasaan.
4. Monumen Jalasveva Jayamahe
New York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30 meter juga.
Patung ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Adapun nama Jalasveva Jayamahe sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”. Hal ini untuk menegaskan bahwa Indonesia berjaya bahkan sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dahulu.
5. Monumen Kapal Selam
Monumen Kapal Selam
Untuk mempersingkat sebutan tempat wisata di Surabayayang satu ini, orang lebih senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya pengunjung dewasa, pengunjung yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di sini, Anda bisa melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Di samping itu, Anda juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi oksigen bersama 63 orang.
Monumen ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru. Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962.
6. Taman Bungkul
Taman Bungkul
Boleh jadi, Anda tidak lagi asing dengan nama taman yang satu ini meski belum pernah menginjakkan kaki ke sini. Taman ini memang sangat termashyur dan menjadi salah satu fasilitas umum favorit warga Surabaya. Pemuda-pemudi dan keluarga tumpah ruah di sini untuk sekadar melakukan relaksasi atau berkumpul dengan komunitas.
Selain menjadi taman bagi publik yang dilengkapi koneksi internet nirkabel gratis dan air minum langsung dari kran, Taman Bungkul rupanya juga temasuk salah satu destinasi wisata ziarah. Di kawasan ini terdapat makam Sunan Bungkul, seorang ulama besar pada masa Kerajaan Majaphit.
7. Taman Korea
Tidak lama sebelum wabah Korea menyerang muda-mudi Indonesia sedemikian hebat, Walikota Tri Rismahaini sudah lebih dulu meresmikan taman ini. Dibangun pada tahun 2010 yang lalu, Taman Korea merupakan perwujudan persahabatan antara Surabaya dan Korea. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak bidang, terutama pendidikan, perdagangan, infastruktur, dan kebudayaan. Bahkan, desain dan seluruh pengerjaan taman ini pun dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan.
Taman Korea didirikan di kawasan Soetomo di atas lahan seluas 1.848m2. Alasan dipilihnya lokasi ini karena banyaknya warga negara asing yang berada di sana, termasuk dari Korea Seatan sendiri. Beragam jenis tanaman cantik dan pepohonan rindang memenuhi tempat ini. Di bagian tengah taman terdapat prasasti yang memberikan deskripsi Taman Korea, sementara di bagian sampingnya dibuat jogging track untuk pengunjung yang ingin berolahraga.
Lokasi : Jalan dr. Soetomo, Surabaya
Jam operasional : 24 jam
Harga tiket : -
8. Taman Persahabatan
Meski gedung-gedung pencakar langit memenuhi permukaan ibu kota Provinsi Jawa Timur ini, lahan-lahan di tengah kota yang ada dimanfaatkan sebagai penyeimbang. Selain sebagai pemanis kota, taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di Surabayasekaligus paru-paru kota.
Taman Persahabatan adalah fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau lainnya yang ada di Surabaya. Disebut sebagai Taman Persahabatan sebab sama seperti Taman Korea, taman ini juga merupakan simbol kerja sama antara Surabaya dengan tujuh kota dan kabupaten lainnya. Di taman ini ada pohon-pohon yang ditanam sebagai simbolisasi persahabatan oleh pemerintah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Batam, Bandung, Banjarmasin, dan Kochi (Jepang).
Lokasi : Jalan Sulawesi no. 67, Ngagel, Surabaya
Jam operasional : 24 jam
Harga tiket : -
9. Taman Mayangkara
Untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara kala bertempur melawan Belanda, taman ini dibangun. Taman Mayangkara cukup luas dan asri dengan dedaunan hijau yang segar dipadu cantiknya warna-warni kembang. Anda yang ingin singgah sejenak dari kepenatan bisa coba mengunjungi taman ini.
Masih di area Taman Mayangkara, di sisi yang menghadap Rumah Sakit Islam, ada sebuah monumen. Monumen ini merupakan visualisasi Mayor Djarot Soebyantoro yang menaiki kuda putih Mayangkara. Mayor Djarot Soebyantoro sendiri adalah pimpinan pasukan Batalyon 503 Mayangkara.
Lokasi : Jalan Taman Mayangkara, Darmo, Surabaya
Jam operasional : 24 jam
Harga tiket : -
10. Taman Gantung
Taman Gantung Surabaya juga sering disebut Jembatan Tunjungan. Kata ‘Tunjungan’ memang diambil dari nama kawasan objek wisata yang satu ini, yakni Tunjungan. Namun Anda mungkin berpikir, bagaimana kata taman bisa digantikan kata jembatan?
Sebenarnya, tahun 2016 lalu, walikota menyulap dan menghidupkan kembali jembatan penyeberangan yang ada di kawasan Tunjungan. Jembatan tersebut diperbaiki dengan dekorasi beragam tanaman dan kini telah dikeramik. Asrinya jembatan ini menyerupai taman. Tak hanya itu, di jembatan ini juga ada kursi untuk bersantai. Di malam hari, Anda bisa menyaksikan cantiknya perpaduan gelapnya langit dengan kombinasi lampu dari kawasan Tunjungan yang selalu ramai.
Lokasi : Jalan Tunjungan no. 12 Genteng, Surabaya
Jam operasional : 24 jam
Harga tiket : -
11. Taman Mundu
Gelapnya langit malam Surabaya tidak akan terlalu terasa ketika Anda berada di Taman Mundu. Pasalnya, salah satu ruang terbuka hijau di Surabaya ini menampilkan atraksi air mancur yang berpadu sangat apik dengan sorotan lampu berwarna-warni. Air mancur yang semestinya berwarna bening pun menjadi lebih semarak karena permainan lampu LED.
Taman Mundu diresmikan pada tahun 2010 yang lalu. Sama seperti taman pada umumnya, Taman Mundu juga dipenuhi dengan tanaman yang beraneka macam. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, arena bermain untuk anak, lampu-lampu hias, kolam air, sampai dua buah pohon Mundu yang menjadi ikon taman ini. Pemerintah bahkan menyediakan fasilitas air minum gratis langsung dari keran yang bisa dinikmati oleh siapapun.
Lokasi : Jalan Tambaksari Surabaya (seberang Stadion Gelora Sepuluh November)
Jam operasional : 24 jam
Haraga tiket : -
12. Taman Apsari
Taman yang satu ini merupakan satu dari tiga taman peninggalan Belanda. Meski ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lainnya yang ada di Surabaya, taman ini sejuk dan tenang. Padahal, lokasi Taman Apsari berada di tengah kota—berhadapan dengan Gedung Grahadi.
Luas Taman Apsari sekitar 5300m2. Ada sekitar 20 jenis bunga dan tanaman yang ditata dengan sangat apik di taman ini. Di sela-sela cantiknya jejeran tanaman ini, pemerinah membuat jogging track yang bisa digunakan pengunjung untuk berlari, berjalan-jalan, atau bahkan bermain skateboard. Tak lupa, patung Gubernur Suryo juga berdiri tegak di tengah-tengah taman, lengkap dengan petikan pidato gubenur Jawa Timur pertama itu di bagian bawah monuman.
Lokasi : Jalan Taman Apsari, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya
Jam operasional : 24 jam
Harga tiket : -
13. Taman Flora
Tanpa dihitung jumlah polusi akibat kendaraan bermotor yang senantiasa memenuhi ruas jalan, Surabaya sendiri sudah cukup panas. Berada di kawasan dekat laut membuat kota ini memiliki suhu yang cukup tinggi. Untuk itulah, kehadiran taman-taman kota cukup membantu untuk menurunkan suhu, memperbanyak oksigen, sekaligus mempercantik rupa kota.
Taman Flora memiliki lahan seluas 2,4 hektare. Awalnya tempat ini merupakan tempat pembibitan seluruh tanaman yang akan ditanam di seluruh penjuru kota. Namun sejak di kawasan Rungkut berdiri Kebun Bibit Wonorejo, seluruh bibit dipindahkan ke sana. Kini sembari menikmati sejuknya udara, Anda bisa menikmati beragam fasilitas Taman Flora seperti kandang rusa, sangkar burung raksasa, perpustakaan, hingga pendopo serbaguna.
Lokasi : Jalan Raya Manyar no. 80A Baratajaya, Gubeng, Surabaya
Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB
Harga tiket : -
14. Taman Pelangi
Taman Pelangi berada pada lokasi yang sangat strategis. Berada di jalur masuk menuju Kota Surabaya, Anda seakan merasa disambut dengan keramahan kota ini.
Seperti namanya, Taman Pelangi memberikan warna-warni yang cantik. Warna-warni ini didapatkan dari permainan lampu yang dinyalakan saat malam hari. Dengan monumen yang tersusun atas 31 buah ruas batang didesain dengan pola melengkung seperti daun, pemandangan taman ini sangat menarik. Ditambah dengan air yang mengalir pada monumen, suasana menjadi lebih menenangkan.
Lokasi : Jalan Ahmad Yani no. 138, Gayung, Surabaya
Jam operasional : 17.00-23.00 WIB
Harga tiket : -
15. Hutan Mangrove
Wisata alam nan hijau di Surabaya tidak hanya terbatas pada taman saja. Tempat wisata di Surabaya lainnya yang menawarkan konsep alam hijau bisa Anda temui di daerah Wonorejo, Rungkut. Di sini, Anda bisa menemukan hutan mangrove alias hutan bakau yang juga sudah mulai banyak hadir di beberapa kota lainnya.
Setelah melalui pintu masuk, Anda tidak akan langsung menemukan kawasan hutan bakau. Untuk menyaksikan segarnya pemandangan hutan bakau yang hijau, Anda harus berjalan dulu menuju dermaga. Dari dermaga ini, Anda perlu menaiki perahu menuju hutan. Atau jika ingin merasakan sensasi menaiki speedboat, Anda juga bisa menyewanya untuk kapasitas enam orang seharga Rp300.000,00.
Lokasi  : Jalan Raya Wonorejo no. 1 Rungkut, Surabaya
Jam operasional : Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB
Harga tiket : Rp25.000,00 untuk dewasa, Rp15.0000,00 untuk anak-anak
16. Hutan Bambu
Semakin lama mengeksplorasi Indonesia, Anda akan semakin menemukan banyak objek wisata yang mirip dengan objek wisata di negara-negara lain. Di Surabaya sendiri, ada sangat banyak tempat wisata yang akan membuat Anda serasa di negara lain. Salah satunya adalah hutan bambu di kawasan Keputih. Meski tidak terlalu mirip dengan hutan bambu di Arashiyama, Jepang, setidaknya Hutan Bambu Keputih cukup apik untuk mengobati rindu atau keinginan menjejakkan kaki di Negeri Sakura.
Dulunya kawasan ini merupakan Tempat Pembuangan Akhir. Setelah tidak digunakan selama beberapa lama, pemerintah kemudian berinisiatif membuatnya menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Kini, Anda yang ingin sekadar berjalan-jalan di lingkungan yang sejuk atau menambah koleksi di feed Instagram bisa mengunjungi tempat wisata di Surabaya ini.
Lokasi : Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, Surabaya
Jam operasional : Setiap hari 06.00-18.00 WIB
Harga tiket : -
17. Pantai Kenjeran
Satu lagi tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran. Di sini, Anda bisa menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau dermaga. Namun yang disayangkan, Pantai Kenjeran kurang bisa dinikmati untuk melakukan aktivitas renang seperti pantai lain pada umumnya. Ini karena kondisinya yang berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi.
Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini. Selain hanya duduk menikmati pemandangan dan suasana, Anda bisa melakukan aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan fasilitas flying fox untuk si kecil. Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik untuk menikmati waktu bersantai Anda.
Lokasi : Jalan Raya Pantai Lama no. 12 Surabaya
Jam operasional : Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB
Harga tiket : Rp10.000,00
18. Surabaya North Quay
Sejak Februari 2016 Surabaya memilki sebuah tempat wisata baru yang sangat apik. Surabaya North Quay kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi—baik warga lokal maupun turis luar daerah—terutama mulai sore hingga malam. Pasalnya, dari sini, pengunjung dapat menikmati suasana pinggir pantai—apalagi saat matahari terbenam—dengan cara yang berbeda.
SNQ berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di lantai tiga gedung Gapura Surya Nusantara—pelabuhan penumpang terbaik di Indonesia. Dengan kosep outdoor, Anda bisa bersantai menikmati semilir angin di atas rumput hijau sekaligus bersantai di kursi berpayung atau bersandar pada pagar pembatas. Dari sini, Anda bisa menyaksikan sibuknya aktivitas pelabuhan. Jika ingin menyaksikan kapal pesiar yang sedang bersandar, Anda bisa mengunjungi SNQ setiap hari Senin.
Lokasi : Terminal Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, Surabaya
Jam operasional : Selasa-Minggu pukul 11.00-21.00 WIB
Harga tiket : Rp7.500,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor
19. Artama Harbour Cruise
Seperti namanya, Artama Harbor Cruise sebenarnya bukan merupakan tempat wisata di Surabaya, melainkan kegiatan wisata. Dikelola oleh PT. Pelindo Marine Service, pelayaran ini dapat Anda nikmati bersama keluarga, kolega, atau bahkan cukup sendiri.
Selama dua jam, Anda akan dibawa berkeliling Selat Madura. Dari sini, Anda bisa menyaksikan kemegahan maritim Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dan yang pasti, Anda juga bisa melihat betapa gagahnya monumen Jalasveva Jayamahe dari laut.
Lokasi : Jalan Prapat Kurung Utarano. 58 Surabaya
Jam operasional : Hari Minggu pukul 09.00 WIB
Harga tiket :Rp120.000,00
20. Kebun Binatang Surabaya
Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang juga termasuk peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Pada tahun 1922, KBS sempat akan dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya.
Tempat rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara. Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies yang berada di KBS. Fauna yang dipelihara di sini pun tidak hanya asal Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain.